Postingan

Bersama Harapan

Gambar
Bersama Harapan Hati bertanya pada kekakuanku Hati siapa yang sunyi...? Aku menjawab seorang munafik! Lalu hati bertanya pada kelemasanku Hati siapa yang tidak sunyi...? Aku menjawab seorang mukmin! Hati bertanya pada rebahku Hati mukminkah yang tidak pernah sunyi...? Aku menjawab ya! Hati bertanya pada terjagaku Hati munafikkah yang selalu sunyi...? Aku menjawab ya! Hati bertanya pada kesadaranku Siapakah pengisi sunyi? Hati menjawab apakah seorang ibu? Ayah? Karib? Aku menjawab bukan! Hati bertanya pada bahagiaku! Lantas? Dia adalah yang memberikan cinta! Hati menjawab dengan gembira Apakah dia jodoh kita? Aku menjawab bukan! Hati merengkuh... Aku berkata! Dia adalah Sang Cinta Dia adalah Sang Kuasa Dia adalah Sang Esa Kekasih kita Yang dekat dengan kita Yang menyatukan aku dan engkau wahai hati Yang membina rasa tanpa pertemuan Yang menyatukan tanpa hitungan Di sini kasihku Dalam cintanya. ...

Untukmu Chairil Anwar

Gambar
Untukmu Chairil Anwar Aku si pemudi pemuja sajakmu Di jalanan biru nan basah Kujuga miliki hasrat keras membara Sepeti nama dan julukanmu yang tak pernah terpendam dalam tanah. Entah, kuhanya berkata entah pak! Dari pertanyaan dan jawabanku yang seiras. Dari syairmu yang meluluhkan dan meniadakan jiwa. Dimana hidupku.. Hidup yang aslinya.. hidup yang tak sekadar menapaki ranah. Lonceng kedustaanpun akan terngiang di ujung inderaku. Sejenak sadar.. Sang bapak dari ruang ruang seni beranjak dalam pikirku Lompatlah bila kau mau! kau tidak akan merasakan masa sulit bila kau bisa! Ya pikirku mulai berbalik... Tidak ada jalan selain menjalani takdirnya... Cikoneng, 10 juli 2016

LILIN DAN SINAR KEBAHAGIAAN

Pagi tadi kami berembuk Merah itu nyala satu per satu Jatah demi jatah terurai Dalam senyum haru Berselimut rindu Potret bahagia mnyerbu kami Lihatlah mereka bukan kita Tersenyum dalam lambaian tiang dan merah putihnya sang saka Sebagai kasihmu Tak relanya sedih itu bertapak Kau selalu jalarkan bahagia Dalam matematika ujian kehidupan ‪#‎ untukguruku‬

Bersama subuh

Diwaktu senja ia berkelana Tak ayal jika ia kupanggil bintang senja Ia tak pernah hilang dari namanya Setiap keindahan pasti dibawanya Akh mengapa aku selalu memujanya Ya karena ku tahu hadirnya menjadi perantara Tak ada keburukan diantara tutur katanya Semunya ciptaan yang maha kuasa adalah hal yang sempurna Jadikan ia tegar menyongsong waktu-waktu Beralaskan keteguhan dan doa.. Senjamu senjaku akan kembali Kini malaikat malaikat penjaga subuh telah menghampiri Memintaku beristiqomah dalam diamku

Cinta Subuh

Pagi yang menggenang membuka jendela kehidupan Diantara beribu mahkluknya Beramai-ramai ada yang menuju pusat pasar Jalan pagi berwarna senja Memerah menguning sekejap menghitam Perlahan memutih dan hitampun berubah menjadi biru Pagi yang menggenang Kuhirup nafas kehidupan Sesudah terpejam lalu Kutasbihkan asma agungmu Kumati-matikan seluruh cahaya kehidupan yang menerangi tempat hidupku Ini telah pagi, malam telah usai tak bisakah sadari bahwa pagi telah siang.

Pupus

Terbanglah sayap yang telah patah dari tulang rusukku Kuyakin kau lupa dengan tuanmu Tuan yang mengharapkanmu tunduk dalam cintanya Dalam cinta yang bukan hadir dikala kesempitan Terbanglah sayap yang telah patah dari tulang rusukku Agar aku tak mengingat rasa saat kau terlepas dari tulang rusukku Sakitnya tak terhingga Hinggaku tak kuasa mengingat walau hanya kepakan. Pergilah... Biarlah warnamu yang indah menjadi pengobat luka sementara.

Tirai Pagi

Pagi ini Surya membelai bumi bertemankan jamu kehidupan Dia! Ekh kenapa kau mengingatku dalam terjaga tadi.. Oh cintamu ilusi yang sempurna Dalam diammu ada harapan Dalam katamu ada bayangan Aku terima kepekaan itu... Tapi kita bukan siapa-siapa Kita hanya sepasang awan yang menuruti kemana arah angin.